Kamis, 03 Desember 2015

6 Tips Membuat Video yang Harus Anda Ketahui



Ey Guys, MD baru baca tips penting dari Om Noam nih! Dan MD pikir, apa yang dibilang Om Noam ada betulnya, gimana menurut guys sekalian? Anyway saat nulis ini MD lagi dengerin lagu om pance di utube. Oke ini tipsnya, entry level filmaker kuduh tauh nih!

  • Tau batasan kamera kita
Salah satu langkah pertama dalam memperoleh gambar terbaik dengan DSLR Anda adalah untuk memahami keterbatasan kamera, karena tidak semua kamera dibuat sama. Mungkin ada beberapa ciri yang umum di antara semua DSLR, tetapi untuk sebagian besar kita benar-benar perlu belajar, menguji, dan shoting dengan kamera kita sebanyak mungkin untuk mengetahui keterbatasan itu. Beberapa DSLR fantastis dalam gelap, tetapi memiliki dynamic range yang kecil. DSLR lain sangat tajam, tapi menghasilkan gambar dengan aliasing. Ngertikan?
Intinya adalah, kita perlu tahu kamera kita luar dan dalam.  Jika DSLR kita menangkap gambar cantik di siang hari, tetapi tapi bukan low light killer, berarti pertimbangkan untuk shoting hanya di ISO rendah dan dalam kondisi terang pada malam saja  yang tidak mengharuskan kita negangin codec. Atau jika proyek Anda membutuhkan banyak shotng pada kondisi cahaya rendah, lalu gunakan kamera yang berbeda, dan satu yang tidak terbatas dalam kondisi low light. Apa pun yang Anda lakukan,jangan buat DSLR anda stress dengan memaksa melampaui batasanya.
  •  Awas Micro Jitters!!!
Mungkin paling hal memuakkan ketika shoting  dengan DSLR (atau kamera apapun dengan faktor format kecil) adalah adanya mikro getaran. Apa yang Noam maksudkan adalah getar kecil-kecil yang akan muncul pada genggaman  kida, seringnya tidak muncul sepenuhnya sampai kita melihat rekaman yang sudah di posting di layar besar. Kita harus sangat berhati-hati tentang cara shoting untuk menghindari masalah ini, bahkan seperti  sedikit gerakan di tangan kita bisa mendatangkan malapetaka pada gambar.

Pilihan untuk memperbaiki hal ini adalah menggunakan tripod atau stabilizer, tapi pilihan lensa kita juga membuat perbedaan yang besar pula. Lensa panjang akan selalu menghasilkan shake, tapi itu ga berarti kita ga bisa menggunakannya. Kita hanya perlu lebih berhati-hati! Sebagai alternative kita bisa menggunakan lensa dengan fitur image stabilization, tapi itu tidak selalu jadi pilihan terbaik karena lensa tertentu dapat menghasilkan hasil yang tak terduga ketika image stabilisayion diaktifkan.
  • Panning pelan adalah perusuh
Kedua. goyangan mikro adalah hadiah mematikan dari paning pelan saat shooting dengan DSLR. Sekali lagi, setiap DSLR bervariasi dalam hal ini, tetapi untuk sebagian besar DSLRs ketika menembak dalam mode 24p memiliki waktu yang sangat sulit untuk bergeser pada kecepatan lambat. Lumix GH2 tua punya Noam adalah salah satu kamera favoritnya, tapi judder terburuk adalah hal mutlak yang akan menimpa gambar-gambarnya ketika panning dengan bentuk garis vertikal (seperti sebuah bangunan atau bahkan seseorang berdiri).
Idealnya, kita pingin menghindari panning sebisa mungkin. Simpelnya shot setup keduanya dan lebih pilih dua kali shot dari arah berbeda bukan hanya satu sehingga kita nisa menghindari panning terlalu sering. Atau kita bisa menggeser lebih cepat sehingga judder kurang terlihat, tapi jangan terlalu cepat atau kita akan mendapatkan efek jello shake sebagai hasil dari rolling shutter.
  •  Hot Spot itu oke aja kok
Satu hal pertama yang mungkin kits pelajari ketika mengekspos gambar adalah tidak untuk ngblow up menyoroti highlights. Saran ini sangat relevan dan efektif  membantu kita mencapai eksposur yang lebih baik, tetapi hanya bila kita memahami perbedaan antara highlight dan hotspot. Beberapa filmmaker begitu takut overexpose setiap bagian dari gambar mereka, termasuk mengekspos bagian tercerah di gambar(seperti lampu di latar belakang), dan akhirnya memilih menurunkan eksposur di wajah talent mereka terlalu banyak, sehingga gambar tampak mengerikan kurang terangnya.
Penting untuk diingat bahwa ini benar-benar oke aja,  jika gambar mengkilap putih, asalkan itu tidak terjadi pada bagian penting dari frame kita-seperti wajah talent kita. Jika jendela ngblow di latar belakang, kadang itu benar-benar terlihat bagus, jika jendela adalah hotspotnya  – dan itu tergantung pada tampilan setelahnya, ini bisa berpotensi bagus pada pemandangan dan mood kita. Jendela yang terblow di latar belakang dengan kecerahan wajah sempurna akan selalu terlihat lebih baik daripada wajah mengerikan karena over/underexpose dan detail jendela yang terlihat. Kecuali tentu jika kita ingin menampilkan sesuatu yang ultra-Stylize.
  • Perlakukan DSLR kita seperti kamera film
Banyak dari kita merasa begitu dibebaskan oleh kenyataan bahwa kita bisa shoting dengan DSLR kita dalam ruang kecil dan situasi yang unik, bahwa kita dapat secara advertise mengambil hal-hal terlalu jauh dan lupa untuk memperlakukannya seperti kamera benar bioskop. Hanya karena lebih mudah untuk menembak dengan DSLR kita daripada sebut saja RED EPIC, itu tidak berarti kita tidak harus memperlakukannya seperti kita akan memperlakukan sebuah epik. Pakaikan Rig. Pasangi lensa yang indah. Pakein Follow Focus. Menambahkan berat ke kamera sehingga bergerak seperti kamera perfilman. Dan jangan terburu-buru pada saat shoting kita hanya karena kita bisa. Semakin Anda memperlakukan kamera Anda seperti kamera bioskop, maka semakin sinematik gambar Anda. Kedengarannya sederhana, tetapi sangat benar. Yang sama benar dalam situasi sebaliknya juga... Jika Anda hanya menarik RED EPIC dari kotak, mengenakan lensa jelek dan shoting dengan meng genggam tanpa rig dan tanpa pencahayaan, itu akan terlihat mengerikan. Jadi ingat bagaimana memperlakukan gear kita dan gear kita akan melayani kita dengan baik!

  • Pake Promist filter

Kamera DSLR hanya menjadi lebih baik dan lebih baik setiap tahunnya, dan kini memproduksi gambar yang lebih tajam daripada sebelumnya. Ini baik dan buruk. Di satu sisi, gambar tajam membantu kita untuk melihat detail dalam gambar kita dan menghasilkan tekstur yang kaya dan itu bagus, tetapi ketika gambar terlalu tajam, rekaman bisa terlihat seperti video. Cara terbaik untuk menghindari masalah ini ketika shoting pada DSLRs adalah menggunakan ProMist filter. Filter ini melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk menghaluskan gambar, tetapi hanya di daerah di mana Anda akan inginkan, seperti warna kulit. Ini akan meninggalkan banyak detail dalam gambar tanpa harus berusaha susah payah dan memberikan efek kabur/berkabut seperti opera sabun. Hanya berhati-hati dengan kamera yang akan menggunakan ini. Kamera seperti 5D MKIII yang sudah menghasilkan kelembutanberarti  kita tidak memerlukan ProMist filter, tapi untuk kamera benar-benar tajam seperti GH4, mereka adalah teman terbaik kita.

Thank You om Noam atas sharingnya!! Guys you do need  this and this too

Sabtu, 28 November 2015

Intermezzo

Well, udah ada beberapa tulisan nih tentang Bikin Film yang MD tulis... Tulisan ini secara murni berasal dari pengalaman dan pengetahuan MD pribadi loh, yang kemudian di combine dengan pengetahuan dan info dari internet (aka web lain).

Next MD akan kasih referensi produk serta tips simpel masih berhubungan dengan Bikin Film, tapi bukan promote ya... karena satu jenis barang ada beberapa macam merek dan perkiraan harga. Tempat belinya juga bakal MD kasih tau, asal nanya aja liwat email. Trus MD juga bakal kasih Review produk, yang Md rasa bagus. sekali lagi bukan promote, karena reviewnya bakal MD pilih dari banyak merek kok.

Yang jelas MD mau nyelesain beberapa post tentang info dan tips basic dulu, baru ke review. Trus kalo ada yang mau request untuk bahasan, silahkan email aj ya. Jangan lupa bantu share ya agar info yang MD tulis semakin beguna begi banyak orang. Terus berkarya dan semoga blog ini berguna.

Email : diazactnoend@gmail.com
and jangan lupa like fanpage blog ini untuk lebih banyak info n update dari dalam n luar blog.

Membuat Video yang Stabil Tanpa Shake, Ini Kuncinya!




Kita perlu membuat kamera siap untuk terus bergerak secara smooth atau halus. Walaupun kita sudah bisa menahan kamera agar bergerak halus, dan walau kita selalu mengambil gambar dengan wide angle. Kita tetap perlu yang namanya tripod atau monopod, untuk fungsi seriusnya lihat ini:

·         Quick release plate, dengan cepat melepaskan atau memasang kamera pada tripod atau monopod.
·         Fluid head, untuk pergerakan yang halus.
·         Bowl head, untuk membantu mendapatkan level dengan cepat.
·          
Note : Perhatikan tingginya, tripod murah biasanya tingginya tidak mencapai level mata kita. Tripod professional biasanya berbahan aluminium atau karbon fiber: aluminium lebih murah dan kokoh, kalo karbon biasanya bisa lebih panjang dan ringan.

Monopod adalah pilihan lain, monopod lebih cepat di setup, dang a banyak makan tempat, walau ya pastinya kudu dipegangin ga bisa mandiri. Monopod berguna lo di beberapa situasi, tapi bukan di situasi dimana kita perlu mengganti lensa dengan satu tangan.

 Biar lebih menyatu dan natural kita bisa lo nerbangin kamera kita di atas sabiliser. Profesional steadycam pasti mahal banget, tapi kita bisa dapetin yang lebih terjangkau untuk model yang yng lebih jadul dan merek yang tidak ternama.  Tapi steadycam ini susah susah gampang, kaya naik sepeda, kita hrus sering sering make baru tau.

 Trus kalo yang pake camcorder kecil atau smartphone, sekarang ada yangbaru yaitu electronic gimbal stabilizer yang make gyroscope sama sama motor yang bikin lebih enak lagi melayangnya. Semakin mahal semakin bagus dan otomatis, semakin murah semakin rapuh qualitasnya, dan berkurang otomatisnya jadi kudu di setup dulu.

Nah ada lagi yang namanya slider buat tracking shoot, jadi seolah olah shotnya kaya geser alus banget bukan panning ya. Sama crane shots, itu pake jib sistem. Sama kalo yang mahal bakal bagus dan tinggi trus kalo murah ya taulah. Nah crane shots sekarang banyak yang make drone.

Kemudian referensi alat lainnya silahkan ke sini 

Rabu, 25 November 2015

Beberapa Perekam Suara yang Bisa Dipilih untuk Membuat Video



Suara Film tu sama berharganya kayak gambar dari film itu. Ada banyak cara untuk menggunakan suara di dalam film, kita bisa memberitahukan di mana set kita dengan suara, menarik perhatian penonton pada bagian penting dengan suara, membangun atmosfhere atau mood melalui suara, dan sebagainya. Banyak ya,contohnya coba inget-inget lagi film horror yang sering kita tonton, kebanyakan dari film-film tersebut menggunakan suara untuk memberikan efek kejutan.

Tapi kadang-kadang dalam shoting, kita ga selalu bisa melakukan yang namanya merekam suara, atau kadang kita bisa merekam namun hasilnya sangat buruk karena kondisi set berangin atau terlalu crowd. Kalo begitu gimana?, kalo menurut saya kita lebih baik memalsukan suaranya daripada menyuguhkan suara original yang buruk. Kita bisa menumpuk suara yang buruk tadi dengan soundtrack music, atau kita bisa membuat suaranya sendiri secara terpisah.

Merekam suara dengan DSLR memang terdengar  simpel, itulah gunanya microphone di dalam DSLR kita. Tapi, menurut saya lebih baik lagi jika kita menggunakan alat perekam yang terpisah dari DSLR, karena kita bisa lebih mengatur mereka ketimbang mic internal DSLR yang tempatnya tidak bisa di ubah, ketika angin datang mic tsb ga bisa di apa-apain. Beda kalo kita make, external mic seperti shotgun Mic atau yang bentuk lavalier.

Rekam suara dengan level yang tepat, soalnya kalo kita ngerekam suara yang terlalu kencang atau dengan level tinggi,  bisa jadi distorsi. Trus kalo kekecilan, bisa bisa yang kedengeran Cuma huruf S doing atau his. Dan pastikan kita merekam suara tu seperti kita merekam gambar, jadi kalo scene berisi tentang dialog, walau ambilanya gambarnya tidak close up pastikan micropon anda merekam pembicaraan mereka denganbaik. Mungkin kamera anda bisa mengambil secara close up, atau yang lainya.

Dengarkan suara set sekitar sebelum dan saat shoting, jadi sebelum shooting minta crew anda untuk diam dan dengarkan suara set tersebut. Kemudian saat shoot tetap dengarkan melalui microphone bagaimana keadaan suara di set sekitar.Nah kalo ada distraction/ gangguan ataupun noise, coba jauhkan alat perekam suara kita dari sana jika memungkinkan.

Gunakan wind gag jika keadaan set berangin, wind gag yang bagus tu yang ada bunya di bagian luar kulitnya. Karena jika ga make Wind Gag, suara angin yang nabrak mica tau body dslr bisa ngancurin rekaman kita. Kita juga bisa menggunakan suara untuk mempermudah flow pekerjaan editing kita, bayangin ketika editing semua suara ble,eh, trus kita ganti semua suara atau di edit agar lebih baik. Apakah itu sulit dan memakan waktu panjang?? Pastinya ga mudah.

Atur sound level saat kita edit, kadang suara yang kita rekam naik turun levelnya. Kita bisa make soundtrack untuk penyamaran atau mengatur level audio yang ada satu persatu. Dan kalo make soundtrack atau musik, jangan asal pake ya guys. Pastikan urusan hak ciptanya udah kelar, di urus dulu hak ciptanya hingga lahir hitam di atas putih jika bisa, karena ga semua musik bisa kita pake karena ada yang ga di kasih ijin. Kemudian alat untuk merekam ada bermacam jenis, ada shotgun mic, ada lavalier, dan juga hend held.

Dan ini referensi mic yang oke yang bisa di gunakan, dan masih bisa di dapatkan di Indonesia:

  • Rode Videomic Pro (shotgun)
  • Senheisser MKE400 (Shotgun)
  • Azden SMX – 10 (Shotgun)
  • Rode Videomic stereo (shotgun)
  • Tascam DR07 MKII Lavalier)
  • Zoom SSH6 (Lavalier)
Untuk peralatan lain silahkan cek disini 

Senin, 23 November 2015

Bingung milih DSLR untuk membuat video? Ini jawabanya!




Guys, sebenarnya MD lagi pengen pindah kamera ni, karena merasa D5100 sudah mulai menurun kemampuanya. So, MD udah beberapa kali mencari-cari calon kamera DSLR pengganti D5100, karena sekarang  MD membuat blog dengan tema mebuat video maka ini hasil riset saya curahkan disini untuk anda. Berikut beberapa referensi tentang kamera yang MD dapet, mulai dari kelas amatur sampe kelas pro buat merekam video.



Untuk Brand Canon, Ada banyak tipe kamera yang bisa anda pilih untuk membuat film. Mereka juga menyediakan kamera special untuk kelas professional, tapi karena blog ini membahas tentang cara menjadi professional. Maka berikut beberapa tipe yang bisa anda pilih:
  • C100 (Full Frame)
  • EOS 5D mk II (Full Frame)
  • EOS 6D (Full Frame)
  • EOS 7D mk II
  • EOS 700D / EOS Rebel T5i
Kemudian untuk brand Nikon, ada beberapa pilihan juga yang berhasil MD dapatkan. Sebagai berikut :
  • D810 (Full Frame)
  • D750 (Full Frame)
  • D610 (Full Frame)
  • D5300
  • D7200
  • D3300
Untuk Panasonic, sony,  dan Pentax juga ada bro n sis, tapi jujur saya blum pernah bertemu dengan mereka apalagi menjamah. Sebagai Berikut:
  • Sony RX 10
  • Sony A7S
  • Panasonic Lumix GH 4
  • Pentax K - 1
  • Pentax K - 3
  • Black Magic Pocket Cinecam

Oke that’s it. Udah ga bingung kan? Masih bingung milih yang mana? Hmmmh. Oke ini saran dari MD, kalau anda masih bingung maka coba cek harga tiap kamera cari beberapa pilihan yang mendekati dengan budget anda. Kemudian cek lagi setiap spesifikasi kamera tersebut, pilih kamera yang memiliki spesifikasi sesuai dengan kebutuhan dan budget anda. Gitu guys, anyway kalau masih pingin nanya atau sharing bisa share email kalian di kolom bawah ya.