Rabu, 25 November 2015

Beberapa Perekam Suara yang Bisa Dipilih untuk Membuat Video



Suara Film tu sama berharganya kayak gambar dari film itu. Ada banyak cara untuk menggunakan suara di dalam film, kita bisa memberitahukan di mana set kita dengan suara, menarik perhatian penonton pada bagian penting dengan suara, membangun atmosfhere atau mood melalui suara, dan sebagainya. Banyak ya,contohnya coba inget-inget lagi film horror yang sering kita tonton, kebanyakan dari film-film tersebut menggunakan suara untuk memberikan efek kejutan.

Tapi kadang-kadang dalam shoting, kita ga selalu bisa melakukan yang namanya merekam suara, atau kadang kita bisa merekam namun hasilnya sangat buruk karena kondisi set berangin atau terlalu crowd. Kalo begitu gimana?, kalo menurut saya kita lebih baik memalsukan suaranya daripada menyuguhkan suara original yang buruk. Kita bisa menumpuk suara yang buruk tadi dengan soundtrack music, atau kita bisa membuat suaranya sendiri secara terpisah.

Merekam suara dengan DSLR memang terdengar  simpel, itulah gunanya microphone di dalam DSLR kita. Tapi, menurut saya lebih baik lagi jika kita menggunakan alat perekam yang terpisah dari DSLR, karena kita bisa lebih mengatur mereka ketimbang mic internal DSLR yang tempatnya tidak bisa di ubah, ketika angin datang mic tsb ga bisa di apa-apain. Beda kalo kita make, external mic seperti shotgun Mic atau yang bentuk lavalier.

Rekam suara dengan level yang tepat, soalnya kalo kita ngerekam suara yang terlalu kencang atau dengan level tinggi,  bisa jadi distorsi. Trus kalo kekecilan, bisa bisa yang kedengeran Cuma huruf S doing atau his. Dan pastikan kita merekam suara tu seperti kita merekam gambar, jadi kalo scene berisi tentang dialog, walau ambilanya gambarnya tidak close up pastikan micropon anda merekam pembicaraan mereka denganbaik. Mungkin kamera anda bisa mengambil secara close up, atau yang lainya.

Dengarkan suara set sekitar sebelum dan saat shoting, jadi sebelum shooting minta crew anda untuk diam dan dengarkan suara set tersebut. Kemudian saat shoot tetap dengarkan melalui microphone bagaimana keadaan suara di set sekitar.Nah kalo ada distraction/ gangguan ataupun noise, coba jauhkan alat perekam suara kita dari sana jika memungkinkan.

Gunakan wind gag jika keadaan set berangin, wind gag yang bagus tu yang ada bunya di bagian luar kulitnya. Karena jika ga make Wind Gag, suara angin yang nabrak mica tau body dslr bisa ngancurin rekaman kita. Kita juga bisa menggunakan suara untuk mempermudah flow pekerjaan editing kita, bayangin ketika editing semua suara ble,eh, trus kita ganti semua suara atau di edit agar lebih baik. Apakah itu sulit dan memakan waktu panjang?? Pastinya ga mudah.

Atur sound level saat kita edit, kadang suara yang kita rekam naik turun levelnya. Kita bisa make soundtrack untuk penyamaran atau mengatur level audio yang ada satu persatu. Dan kalo make soundtrack atau musik, jangan asal pake ya guys. Pastikan urusan hak ciptanya udah kelar, di urus dulu hak ciptanya hingga lahir hitam di atas putih jika bisa, karena ga semua musik bisa kita pake karena ada yang ga di kasih ijin. Kemudian alat untuk merekam ada bermacam jenis, ada shotgun mic, ada lavalier, dan juga hend held.

Dan ini referensi mic yang oke yang bisa di gunakan, dan masih bisa di dapatkan di Indonesia:

  • Rode Videomic Pro (shotgun)
  • Senheisser MKE400 (Shotgun)
  • Azden SMX – 10 (Shotgun)
  • Rode Videomic stereo (shotgun)
  • Tascam DR07 MKII Lavalier)
  • Zoom SSH6 (Lavalier)
Untuk peralatan lain silahkan cek disini 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar