Suara Film tu sama berharganya kayak gambar dari film
itu. Ada banyak cara untuk menggunakan suara di dalam film, kita bisa
memberitahukan di mana set kita dengan suara, menarik perhatian penonton pada
bagian penting dengan suara, membangun atmosfhere atau mood melalui suara, dan
sebagainya. Banyak ya,contohnya coba inget-inget lagi film horror yang sering
kita tonton, kebanyakan dari film-film tersebut menggunakan suara untuk
memberikan efek kejutan.
Tapi kadang-kadang dalam shoting, kita ga selalu bisa
melakukan yang namanya merekam suara, atau kadang kita bisa merekam namun
hasilnya sangat buruk karena kondisi set berangin atau terlalu crowd. Kalo
begitu gimana?, kalo menurut saya kita lebih baik memalsukan suaranya daripada
menyuguhkan suara original yang buruk. Kita bisa menumpuk suara yang buruk tadi
dengan soundtrack music, atau kita bisa membuat suaranya sendiri secara
terpisah.
Merekam suara dengan DSLR memang terdengar simpel, itulah gunanya microphone di dalam
DSLR kita. Tapi, menurut saya lebih baik lagi jika kita menggunakan alat
perekam yang terpisah dari DSLR, karena kita bisa lebih mengatur mereka
ketimbang mic internal DSLR yang tempatnya tidak bisa di ubah, ketika angin datang
mic tsb ga bisa di apa-apain. Beda kalo kita make, external mic seperti shotgun
Mic atau yang bentuk lavalier.
Rekam suara dengan level yang tepat, soalnya kalo
kita ngerekam suara yang terlalu kencang atau dengan level tinggi, bisa jadi distorsi. Trus kalo kekecilan, bisa
bisa yang kedengeran Cuma huruf S doing atau his. Dan pastikan kita merekam
suara tu seperti kita merekam gambar, jadi kalo scene berisi tentang dialog,
walau ambilanya gambarnya tidak close up pastikan micropon anda merekam
pembicaraan mereka denganbaik. Mungkin kamera anda bisa mengambil secara close
up, atau yang lainya.
Dengarkan suara set sekitar sebelum dan saat shoting,
jadi sebelum shooting minta crew anda untuk diam dan dengarkan suara set
tersebut. Kemudian saat shoot tetap dengarkan melalui microphone bagaimana
keadaan suara di set sekitar.Nah kalo ada distraction/ gangguan ataupun noise,
coba jauhkan alat perekam suara kita dari sana jika memungkinkan.
Gunakan wind gag jika keadaan set berangin, wind gag
yang bagus tu yang ada bunya di bagian luar kulitnya. Karena jika ga make Wind
Gag, suara angin yang nabrak mica tau body dslr bisa ngancurin rekaman kita. Kita
juga bisa menggunakan suara untuk mempermudah flow pekerjaan editing kita,
bayangin ketika editing semua suara ble,eh, trus kita ganti semua suara atau di
edit agar lebih baik. Apakah itu sulit dan memakan waktu panjang?? Pastinya ga
mudah.
Atur sound level saat kita edit, kadang suara yang
kita rekam naik turun levelnya. Kita bisa make soundtrack untuk penyamaran atau
mengatur level audio yang ada satu persatu. Dan kalo make soundtrack atau
musik, jangan asal pake ya guys. Pastikan urusan hak ciptanya udah kelar, di
urus dulu hak ciptanya hingga lahir hitam di atas putih jika bisa, karena ga
semua musik bisa kita pake karena ada yang ga di kasih ijin. Kemudian alat
untuk merekam ada bermacam jenis, ada shotgun mic, ada lavalier, dan juga hend
held.
Dan ini referensi mic yang oke yang bisa di gunakan,
dan masih bisa di dapatkan di Indonesia:
- Rode Videomic Pro (shotgun)
- Senheisser MKE400 (Shotgun)
- Azden SMX – 10 (Shotgun)
- Rode Videomic stereo (shotgun)
- Tascam DR07 MKII Lavalier)
- Zoom SSH6 (Lavalier)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar