Yang kita perlukan dalam pembuatan film, tentu saja
kamera dan beberapa aksesoris, tripod, mikropon, dan komputer untuk editing.
Jika anda ingin yang lebih simpel anda bisa mengambil gambar sekaligus mengedit
di iPad atau iPhone. Usahakan untuk tidak mengeluarkan modal terlalu banyak
jika baru memulai: Beli yang basic saja, beli yang akan di gunakan, dan pinjam semua
yang tidak akan kita gunakan secara regular. Next, ada daftar basic atau
standar untuk peralatan yg digunakan buat bikin film.
DSLR atau Mirrorless adalah kamera yang paling
terjangkau yang bisa memberikan kualitas terbaik. Ada banyak sekali referensi untu kamera dslr mulai
dari yang entry level hingga professional yang bisa anda pilih, tp jujur MD
sendiri masih mempercayakan pengambilan gambar ke kamera entry level Nikon D5100, dan Canon d300
punya temen MD .
Note : Jangan habiskan seluruh budget kita pada
kamera, juga jangan habiskan 50% dari
budget kita pada kamera, karena kita masih perlu membeli mikropon, stabilizer,
Tripod, lensa, dan lainya.
Jika kamera kita memiliki socket yang tepat, maka
akan lebih baik jika kita menggunakan mikropon secara terpisah/eksternal, dan
memakai headset untuk memonitor dan mendengarkan suara yang di rekam. Banyak referensi yang bisa anda pilih, dan jika anda ingin membelinya ada toko
online yang siap membantu. Untuk perekam suara MD pakai yang biasa dan kayanya MD ditipu karena menurut
MD itu barang KW, dulu belinya 300K mereknya Rode.
Kita harus bisa membuat kamera diam atay bergerak
secara halus. Walaupun kita sangat mahir dalam masalah membuat kamera tetap
steady dan stabil. Tentu saja ada gear yang sebaiknya anda miliki seperti
monopod dan juga stabilizer. Disini MD masih make tripod doing.
Pencahayaan
Pencahayaan film sangat mahal apalagi kalo anda
menginginkan hasil terbaik, jadi kalo anda menginginkan hasil terbaik dengan
budget rendah mungkin lebih baik nyewa atau pinjem. MD sendiri menggunakan variasi
lampu halogen yang biasa di gunakan untuk proyek ada yang 100 watt, 500watt,
dst plus lanpu emergency.
Computers
MD menggunakan PC Rakitan, dan sebelum adanya pc
rakitan MD mengedit menggunakan laptop Dell XPS L401x yang notabenenya memakan
waktu dan umur laptop untuk rendering. Jadi dalam hal editing terutama
rendering video, saya mendapatkan saran dari beberapa web untuk hardware-nya.
- Gunakan processor dengan kecepatan tinggi 2,5Ghz keatas.
- Kemudian pilih motherboard dengan 4 socket Ramm yang bisa support Ramm hingga 16GB.
- Pilih Ramm dengan kecepatan tinggi, minimal 4Gb/pcs.
- Pisahkan storage sistem/aplikasi dengan storage untuk file, gunakan SSD storage untuk sistem/aplikasi.
- Untuk storage gunakan HDD dengan kecepatan 7200 rpm dengan kapasistas 500GB atau 1 TB.
- Kemudian untuk Video Graphicnya, pilih yang memiliki Cuda tertinggi
Semua saran diatas dipenuhi buat meminimalisir waktu
rendering dan lag pada saat editing, tentunya semua ketentuan di atas mengikuti
budget anda.
Software
Banyak sekali software yang bisa anda gunakan untuk
editing video, ada Corel Video Studio, Sony Vegas, Ulead, iMovie(untuk Apple’s),
dan yang MD gunakan adalah Adobe Premiere. Semua memliki requirement
berbeda-beda, dan kelebihan serta kekurangan jadi sesuaikan aplikasi dengan computer/laptop anda.
Note:
Guys, jangan terlalu terobsesi dengan perangkat film
kita ya. Seniman tidak pernah khawatir menggunakan perangkat mereka entah itu
pensil lukis yang jadul atau yang lainya. Perangkat yang modern dengan fitur bagus, akan tetap menjadi tidak bagus dan tidak modern pada beberapa waktu kemudian.
Karena fitur dan modernitas Perangkat tersebut akan tergerus dengan perangkat baru yg terus lahir seiring perkembangan waktu.
Ga sombong ya, dulu MD pernah ikut lomba reportase antar
desa dengan tema museum, saat masih awal awal banget bikin film. MD dan team berkompetisi dengan kamera D5100,
tripod cheapy, peneranganya lampu emergency (biasa kita pake waktu mati
lampu), dan editingnya masih pake laptop Dell. Disana team MD harus bersaing dengan
beberapa orang pekerja dari perusahaan TV lokal, yang mana mereka bawa kamera panggul
dan talent yang profesional. Ya bikin deg-degan lah pastinya, dan akhirnya Team MD
hanya bisa mengusahakan yang terbaik dengan ide yang berbeda dan ga standard. Saat
pengumuman, coba tebak siapa yang menang, Team MD menang guys!!! yang notabene
kalo kita disuruh bikin reportase standard dan formal kaya di tv pasti kita kalah.
So its really was like learnaboutfilm.com have said that: Ide, bukan peralatan, adalah yang
terpenting yang di butuhkan oleh filmmakers!
*Perlu referensi buat peralatan? Klik di sub judul ya buat liat referensi dari saya.
*Perlu referensi buat peralatan? Klik di sub judul ya buat liat referensi dari saya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar