Sabtu, 21 November 2015

Peralatan Membuat Video yang Harus Anda Tahu dan Miliki!



Yang kita perlukan dalam pembuatan film, tentu saja kamera dan beberapa aksesoris, tripod, mikropon, dan komputer untuk editing. Jika anda ingin yang lebih simpel anda bisa mengambil gambar sekaligus mengedit di iPad atau iPhone. Usahakan untuk tidak mengeluarkan modal terlalu banyak jika baru memulai: Beli yang basic saja, beli yang akan di gunakan, dan pinjam semua yang tidak akan kita gunakan secara regular. Next, ada daftar basic atau standar untuk peralatan yg digunakan buat bikin film.

DSLR atau Mirrorless adalah kamera yang paling terjangkau yang bisa memberikan kualitas terbaik. Ada banyak sekali referensi untu kamera dslr mulai dari yang entry level hingga professional yang bisa anda pilih, tp jujur MD sendiri masih mempercayakan pengambilan gambar ke kamera entry level Nikon D5100, dan Canon d300 punya temen MD .

Note : Jangan habiskan seluruh budget kita pada kamera, juga jangan habiskan 50%  dari budget kita pada kamera, karena kita masih perlu membeli mikropon, stabilizer, Tripod, lensa, dan lainya.

Jika kamera kita memiliki socket yang tepat, maka akan lebih baik jika kita menggunakan mikropon secara terpisah/eksternal, dan memakai headset untuk memonitor dan mendengarkan suara yang di rekam. Banyak referensi yang bisa anda pilih, dan jika anda ingin membelinya ada toko online yang siap membantu. Untuk perekam suara MD pakai yang biasa dan kayanya MD ditipu karena menurut MD itu barang KW, dulu belinya 300K mereknya Rode.

Kita harus bisa membuat kamera diam atay bergerak secara halus. Walaupun kita sangat mahir dalam masalah membuat kamera tetap steady dan stabil. Tentu saja ada gear yang sebaiknya anda miliki seperti monopod dan juga stabilizer. Disini MD masih make tripod doing.

Pencahayaan
Pencahayaan film sangat mahal apalagi kalo anda menginginkan hasil terbaik, jadi kalo anda menginginkan hasil terbaik dengan budget rendah mungkin lebih baik nyewa atau pinjem. MD sendiri menggunakan variasi lampu halogen yang biasa di gunakan untuk proyek ada yang 100 watt, 500watt, dst plus lanpu emergency.

Computers
MD menggunakan PC Rakitan, dan sebelum adanya pc rakitan MD mengedit menggunakan laptop Dell XPS L401x yang notabenenya memakan waktu dan umur laptop untuk rendering. Jadi dalam hal editing terutama rendering video, saya mendapatkan saran dari beberapa web untuk hardware-nya.
  • Gunakan processor dengan kecepatan tinggi 2,5Ghz keatas.
  • Kemudian pilih motherboard dengan 4 socket Ramm yang bisa support Ramm hingga 16GB.
  • Pilih Ramm dengan kecepatan tinggi, minimal 4Gb/pcs.
  • Pisahkan storage sistem/aplikasi dengan storage untuk file, gunakan SSD storage untuk sistem/aplikasi.
  • Untuk storage gunakan HDD dengan kecepatan 7200 rpm dengan kapasistas 500GB atau 1 TB.
  • Kemudian untuk Video Graphicnya, pilih yang memiliki Cuda tertinggi
          
Semua saran diatas dipenuhi buat meminimalisir waktu rendering dan lag pada saat editing, tentunya semua ketentuan di atas mengikuti budget anda.

Software
Banyak sekali software yang bisa anda gunakan untuk editing video, ada Corel Video Studio, Sony Vegas, Ulead, iMovie(untuk Apple’s), dan yang MD gunakan adalah Adobe Premiere. Semua memliki requirement berbeda-beda, dan kelebihan serta kekurangan jadi sesuaikan aplikasi dengan computer/laptop anda.  

Note:
Guys, jangan terlalu terobsesi dengan perangkat film kita ya. Seniman tidak pernah khawatir menggunakan perangkat mereka entah itu pensil lukis yang jadul atau yang lainya. Perangkat yang modern dengan fitur bagus, akan tetap menjadi tidak bagus dan tidak modern pada beberapa waktu kemudian. Karena fitur dan modernitas Perangkat tersebut akan tergerus dengan perangkat baru yg terus lahir seiring perkembangan waktu.

Ga sombong ya, dulu MD pernah ikut lomba reportase antar desa dengan tema museum, saat masih awal awal banget bikin film. MD dan team berkompetisi dengan kamera D5100, tripod cheapy, peneranganya lampu emergency (biasa kita pake waktu mati lampu), dan editingnya masih pake laptop Dell. Disana team MD harus bersaing dengan beberapa orang pekerja dari perusahaan TV lokal, yang mana mereka bawa kamera panggul dan talent yang profesional. Ya bikin deg-degan lah pastinya, dan akhirnya Team MD hanya bisa mengusahakan yang terbaik dengan ide yang berbeda dan ga standard. Saat pengumuman, coba tebak siapa yang menang, Team MD menang guys!!! yang notabene kalo kita disuruh bikin reportase standard dan formal kaya di tv pasti kita kalah.

So its really was like learnaboutfilm.com have said that: Ide, bukan peralatan, adalah yang terpenting yang di butuhkan oleh filmmakers!

*Perlu referensi buat peralatan? Klik di sub judul ya buat liat referensi dari saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar